Berbicara tentang pendidikan, masyarakat kita masih menganggap pendidikan bukan hal yang diutamakan atau penting. Pendapat yang beredar di masyarakat sangat beragam, dimulai dari persoalan finansial, pelarangan wanita untuk sekolah tinggi oleh kebanyakan orang tua, menghabiskan waktu yang berakibat kepada penganguran, yang sering kita sebut sebagai “pengangguran itelejensi”, dll. Disini saya mencoba meluruskan pendapat yang beredar tersebut. Kita tahu bahwa pemerintah mewajibkan untuk setiap warga negara Indonesia menempuh pendidikan 12 tahun, dimulai dari tingkat SD, SMP, SMA. Tapi pada faktanya saja masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak sekolah atau putus sekolah. Alasan paling mendasar adalah persoalan ekonomi keluarga, kemampuan suatu keluarga dalam membiayai pendidikan anak. Indonesia merupakan negara berkembang, masyarakat kalangan bawah secara finansial lebih mendominasi dari pada masyarakat kalangan atas. Jarak antara si kaya dan simiskin masih sangat jelas. Persoalan pendidikan menjadi kendala penting yang harus dilakukan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sekolah adalah tempat seseorang dalam menimba ilmu, ilmu yang dimaksudkan bukan hanya secara akademik maupun non-akademik, tetapi kemampuan anak dalam bersosialisasi. Seiring berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi memicu masyarakat untuk lebih dalam hal pendidikan. Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak menjadi kedala karena kurangnya pendidikan, sehingga perekonomian keluarga stag bahkan menurun. Setiap keluarga pasti menginginkan perekonomian yang meningkat. Untuk itu saya tekankan lagi kuncinya adalah pendidikan. Memang benar pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang sukses ataupun kaya. Tetapi pendidikan mengajarkan kita untuk berfikir kreatif, menjadi kreatif, inovitif, dll; pembentukan karakter; melatih mental; dll. Proses pembelajaran banyak yang akan didapat menajadikan pendewasaan dan memperkuat mental. Makanya itu pemerintah sekarang menginginkan adanya revolusi mental. Revolusi mental bisa didapat ketika proses belajar disekolah. Para orang tua tidak perlu khawatir untuk menyekolahkan anaknya karena pemerintah menyediakan beasiswa bagi anak-anak tidak mampu dan sekolah gratis.
Sekolah adalah tempat seseorang dalam menimba ilmu, ilmu yang dimaksudkan bukan hanya secara akademik maupun non-akademik, tetapi kemampuan anak dalam bersosialisasi. Seiring berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi memicu masyarakat untuk lebih dalam hal pendidikan. Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak menjadi kedala karena kurangnya pendidikan, sehingga perekonomian keluarga stag bahkan menurun. Setiap keluarga pasti menginginkan perekonomian yang meningkat. Untuk itu saya tekankan lagi kuncinya adalah pendidikan. Memang benar pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang sukses ataupun kaya. Tetapi pendidikan mengajarkan kita untuk berfikir kreatif, menjadi kreatif, inovitif, dll; pembentukan karakter; melatih mental; dll. Proses pembelajaran banyak yang akan didapat menajadikan pendewasaan dan memperkuat mental. Makanya itu pemerintah sekarang menginginkan adanya revolusi mental. Revolusi mental bisa didapat ketika proses belajar disekolah. Para orang tua tidak perlu khawatir untuk menyekolahkan anaknya karena pemerintah menyediakan beasiswa bagi anak-anak tidak mampu dan sekolah gratis.
Ada banyak hal yang membuat saya khawatir mengenai pendidikan, yaitu kurang meratanya kualitas pendidikan yang didapat oleh anak pada sekolah-sekolah, terutama pada daerah-daerah teperncil. Kita bisa membandingkannya dari sarana dan prasarana, kualitas tenaga pengajar, dll. Jika pemerintah berfokus kepada pendidikan dan melakukan perombakan habis-habisan, mungkin untuk mencapai masyarakat sejahtera kita bisa. Sistem pendidikan yang rumit menjadi pembahasan yang tiada habis-habisnya dalam forum ataupun rapat evaluasi. Diharapkan sekali pemerintahan yang sekarang berfokus kepada pendidikan dan berupaya untuk secara total menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Mampu bersaing dengan tenaga kerja asing, semenjak terbentuk MEA, Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi motivasi dan tantangan besar untuk pemerintah dan masyarakat. Saya mengkritisi pemerintah yang tidak punya malu secara terang-terangan melakukan tindakan kejahatan besar yang merugikan masyarakat Indonesia, yaitu mengambil uang dan hak rakyat, melakukan KKN. Lagi-lagi pemabahasan korupsi menjadi topi hangat dikalangan masyarakat. “Padahal uang hasil korupsi itu bisa dikatakan cukup mendanai pendidikan”. Dengan begitu pendidikan akan berjalan kondusif dan harapan bangsa dan negara dalam kesejahteraan dapat terwujud. Tak perlu jauh-jauh memikirkan bagaimana menciptakan negara yang sesuai harapan cukup dengan pendidikan, itu sudah cukup. Jadi harapan saya dan masyarakat adalah pemerintah melakukan upaya besar dalam dunia pendidikan terutama pemerataan fasilitas sekolah yang menunjang diberbagai daerah, kualits guru, sistem yang mudah (tidak rumit), beasiswa yang tepat sasaran, dll.
greattt!!!!
BalasHapus