Detik-detik berlalu memanjakan diri dalam bergelimpangan nikmat
Terikat syahdunya menebar cinta yang tak mudah ditebak
Terhuyun menelusuri jejak-jejak penebar cinta
Terbuai akan kerinduan memuja-Nya
Sembunyi ketika mereka datang, malu menatap dunia fana
Terhempas raga dalam kejamnya ombak kehidupan
Membawa diri dalam lautan kemaksiatan
Jiwa memberontak akan bayangan sejati yang terus menetap
Jejaknya menghilang dalam rumunan jiwa-jiwa pemberontak
Tak mampu mengendalikan diri sampai menangis tersedu-sedu
Bagai hujan menghapus jejak cinta-cinta sejati
Bermukin disuatu tempat terpencil mempersiapkan diri menyebar rahmat-Nya
Lagi-lagi mereka tak terlihat, mereka ada...
Tapi dunia memojokkan dalam hina-dina
Memandang sebelah mata, menjerumuskan jiwa-jiwanya dalam lubang kehampaan
Mendaki beratus tahun, tak gentar mereka lakukan
Mereka berkelompok, aku sendiri
Mencari mereka melelahkan raga, demi menyampaikan cinta sejati
Hari-hari sangat letih tetapi mereka lebih dari itu!
Aku mempersiapkan diri membantu mereka
Aku siap menebar cinta-Nya
Cinta yang tak mudah aku temukan
Meninggalkan dunia tempat aku berjalan hingga akhirnya menemukan Dia
Aku siap ketika panggilan cinta dari-Nya
Wahai mereka mari kita satukan perjuangan di bumi ini
Sungguh melelahkan bahkan hati ini ingin menjerit
Kita lakukan sampai dunia menghilang dari pandangan
Menyongsong harapan yang kita bangun
Kita siap membangun cinta, ketika makna cinta tak bisa kita temukan, cinta-Nya yang sebenar-benar cinta.
Puisi tentang apa sih
BalasHapusMenginginkan dan merindukan orang2 dalam pergerakan dakwah hehe
BalasHapuscuman kumpulan prosa sepertinya. bener nggak?
BalasHapus