Saat senja melambai, aku teringat kau menatap kearahnya dengan harapan esok akan ada keajaiban
Kau duduk diantara hamparan rerumput, cukup aku melihat dari kejauhan
Kau terpaku pada diammu
Gejolak rasa dan akal merenggut semua dan waktu selalu menemanimu
Kita tak saling mengungkap rasa, namun tersampaikan dengan indah melalui sikap
Airmata itu....
yang aku lihat, melukai aku sangat dalam
Saat itu aku baru pertama melihat mutiara keluar dari matamu
Membasahi pipi dan bibirmu
Dengan sigapnya kau hapus dengan ujung telunjuk
Hari-hari yang berlalu seperti mimpi
Menunggu kita pada perpisahan yang indah
Perpisahan menyadarkan aku arti pentingnya sebuah kehadiran
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan padamu
Ayah....
Boleh aku sebut nama Ayah?
Ini tentang perasaanku
Aku tak ingat kata-kata cinta untukmu
Aku malu, karena ini pertama aku mengungkapkan rasa cinta kepada Ayah
Wajah dan tanganmu adalah bukti pengorbanan yang tak pernah pupus
Berkatmu aku menjadi seseorang yang berarti
Ayah, sekuat apa hatimu itu?
Aku ingin sekuat hatimu
Ayah, sekali lagi
Ayah aku merindukanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar