Sabtu, 09 Mei 2015

Hanya Seseorang

Duduk kita bersama di suatu tempat, mengamati kesibukan orang-orang disekitar kita
Melamun, terdiam dalam kesibukan masing-masing
Sekelebat  rasa yang takkan pernah orang tahu
Menyadari ada perubahan yang aku rasa saat bersamamu

Berusaha bersembunyi di balik bayang-bayangmu
Kau tersenyum kepadaku, aku tidak mampu membalasnya membuat hati ini berhenti seketika
Tak mau larut dalam cintamu yang palsu
Kini diriku hanya sebagian orang yang memujamu

Kau tak pernah tahu bahwa aku mencintaimu
Kau selalu menganggap diriku teman yang kau percaya untuk mencari cintamu
Tapi pernahkah kau melihat diriku lebih?
Sakit hati ini melihat tingkahmu yang tidak peduli

Aku tidak mau kau tahu betapa bodohnya aku mencintaimu
Membuat hari-hariku bingung setiap aku merasakan cintamu
Biarlah aku merasakan cinta bodohmu dan biarlah kau tidak melihatku
Menemukan cinta sejatimu mungkin itu yang terbaik

Aku juga tidak tahu apa aku sanggup melihat kau tersenyum kepadanya?
Aku berharap Tuhan tak pernah mempertemukan kita yang saling membisu
Kau datang dihidupku yang terkadang aku tidak menginginkan itu
Apakah ini takdir? Takdir seperti apa?

Sudah berapa lama aku menunggumu yang pergi jauh
Apakah kau menemukan cintamu? Aku harap seperti itu
Tapi bagaimana denganku? Berapa lama aku tidak melihatmu yang bodoh
Aku juga tidak tahu perasaan ini masih adakah untukmu?

Aku harap tidak, karena kau sudah ku lupakan
Melupakan perasaan yang pernah kau berikan kepadaku tanpa kau sadari
Tapi mengapa setiap hariku bayang-bayangmu selalu ada?
Bisakah kau lepaskan aku? Biarlah aku mencari cinta yang lain

Cinta yang mampu mematahkah cinta yang kau berikan dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar