Kamis, 20 Agustus 2015

Wajah Pemerintahan Indonesia

Politik dan kekuasaan memiliki hubungan yang sangat erat, dewasa ini semua orang menggunakan kekuasaan untuk berpolitik demi kepentingan diri sendiri maupun sekelompok orang. Untuk mencapai cita-cita bangsa ataupun tujuan kelompok orang-orang tersebut. Semakin berkembangnya zaman dibarengi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai cara dilakukan untuk mewujudkannya. Disayangkan sekali jika kode etik tidak di perhatikan sehingga menghalalkan berbagai cara. Banyak cara-cara yang menyimpang dilakukan seperti ketika calon presiden mengkampanyekan partai politik atau dirinya sendiri masalah sogok-menyogok sudah lumrah dilakukan, gratifikasi juga menjadi alasan untuk itu.

Wajah pemerintah suatu negara adalah gambaran masyarakat negara tersebut. Pemerintah berlomba-lomba mendapat simpatik masyarakat agar masyarakat menyukai dan memilih mereka, namun setelah itu lalai akan tugas-tugas yang dijanjikan dahulu ketika kampanye. Kurangnya transparansi diberbagai sektor pemerintah membuat kepercayaan masyarakat memudar. Sebagai warga masyarakat kita harus jeli dan pintar dalam memilih pemimpin negara. Namun pada faktanya masyarakat terlena dengan berbagai pemberian dan iming-iming. Menurut saya tingkat pendidikan mempengaruhi masyarakat dalam memilih wakil rakyat ataupun pemimpin negara. Kita dituntut untuk pintar dan selektif, untuk itu dibutuhkan kemampuan memilih dengan berbagai pertimbangan dan kriteria setiap individu. Masyarakat harus cerdas mengenai hal ini untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Memiliki pendirian dan prinsip yang kuat, dan tegas tentang yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah, bukan sebaliknya. 

Sulit menegakkan nilai-nilai kebenaran yang nantinya berujung kepada nilai-nilai agama. Setiap agama mengajarkan kebaikan, perdamaian, kerukunan, kepedulian, tolong-menolong dan lain-lain. Tetapi sekarang ini kehidupan bernegara ataupun kehidupan yang kita jalani mulai menjauhkan diri dari nilai-nilai agama. Malahan agama menjadi hal yang bersifat pribadi dan rahasia. Ketika manusia tak lagi menjadikan agama sebagai pedoman kehidupan mereka. Setiap pemerintahan pasti menginginkan kesejahteraan masyarakat dalam visi-misi mereka. Pemerintah membuat dan melakukan berbagai program-program yang pro masyarakat untuk mencapai masyarakat madani. Kita lupa bahwa agama juga berperan penting dalam hidup manusia. Seperti mengatur hidup manusia, pengambilan keputusan, dan lain-lain. Tidak ada agama yang menjerumuskan umat ke dalam keburukkan. Semua agama mengajarkan kebaikan. 

Bagaiamana jika politik dan agama bersatu? Akankah impian yang di harapkan masyarakat akan tercipta? Ataukah sebaliknya? Jawabannya adalah pada diri kita apakah kita mampu menggabungkan keduanya. Banyak masalah-masalah yang di hadapi pemerintah yang berakibat pada pengabaian masalah tersebut. Seperti KKN yang semakin merajalela, infrastruktur negara, kemiskinan meningkat, pengangguran dimana-mana, dan lain-lain. Masalah-masalah seperti ini apakah ada solusi yang tepat? Atau takkan pernah ada solusi? Siapa yang harus disalahkan? Dan apa solusis yang tepat? Menjadi PR untuk setiap negara terutama Indonesia. Kita sebagai masyarakat dan pemerintah harus sama-sama kompak dalam menangani permasalahan negara, menciptakan pola pikir masyarakat yang positif dan semangat dengan penuh keyakinan perwujudan impian cita-cita bangsa. Ketika kita menentukan kebijakan di perlukan pemikiran yang matang akan akibat dari kebijakan tersebut yang memakan korban terutama rakyat miskin.

Harapannya adalah pemerintah segera mengatasi masalah-masalah yang ada dan menuntaskan sampai keakar-akarnya. Mampu mengatasi konflik dan memikirkan nasib rakyat bukan nasib diri sendiri. Menurut saya pemerintah harus membenahi sistem pendidikan dan membagi rata semua baik fasilitas yang menunjang pendidikan diberbagai daerah. Tidak adanya kesenjangan pendidikan di berbagai daerah. Tegas akan kebijakan dan peraturan yang di buat dengan sanksi-sanksi yang jelas dan tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar