Politik dan kekuasaan memiliki hubungan
yang sangat erat, dewasa ini semua orang menggunakan kekuasaan untuk berpolitik
demi kepentingan diri sendiri maupun sekelompok orang. Untuk mencapai cita-cita
bangsa ataupun tujuan kelompok orang-orang tersebut. Semakin berkembangnya
zaman dibarengi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai cara
dilakukan untuk mewujudkannya. Disayangkan sekali jika kode etik tidak di
perhatikan sehingga menghalalkan berbagai cara. Banyak cara-cara yang
menyimpang dilakukan seperti ketika calon presiden mengkampanyekan partai
politik atau dirinya sendiri masalah sogok-menyogok sudah lumrah dilakukan,
gratifikasi juga menjadi alasan untuk itu.
Wajah pemerintah suatu negara adalah
gambaran masyarakat negara tersebut. Pemerintah berlomba-lomba mendapat
simpatik masyarakat agar masyarakat menyukai dan memilih mereka, namun setelah
itu lalai akan tugas-tugas yang dijanjikan dahulu ketika kampanye. Kurangnya
transparansi diberbagai sektor pemerintah membuat kepercayaan masyarakat
memudar. Sebagai warga masyarakat kita harus jeli dan pintar dalam memilih
pemimpin negara. Namun pada faktanya masyarakat terlena dengan berbagai
pemberian dan iming-iming. Menurut saya tingkat pendidikan mempengaruhi
masyarakat dalam memilih wakil rakyat ataupun pemimpin negara. Kita dituntut
untuk pintar dan selektif, untuk itu dibutuhkan kemampuan memilih dengan berbagai
pertimbangan dan kriteria setiap individu. Masyarakat harus cerdas mengenai hal
ini untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Memiliki pendirian dan prinsip yang
kuat, dan tegas tentang yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah,
bukan sebaliknya.
Sulit menegakkan nilai-nilai kebenaran
yang nantinya berujung kepada nilai-nilai agama. Setiap agama mengajarkan
kebaikan, perdamaian, kerukunan, kepedulian, tolong-menolong dan lain-lain.
Tetapi sekarang ini kehidupan bernegara ataupun kehidupan yang kita jalani
mulai menjauhkan diri dari nilai-nilai agama. Malahan agama menjadi hal yang
bersifat pribadi dan rahasia. Ketika manusia tak lagi menjadikan agama sebagai
pedoman kehidupan mereka. Setiap pemerintahan pasti menginginkan kesejahteraan
masyarakat dalam visi-misi mereka. Pemerintah membuat dan melakukan berbagai
program-program yang pro masyarakat untuk mencapai masyarakat madani. Kita lupa
bahwa agama juga berperan penting dalam hidup manusia. Seperti mengatur hidup
manusia, pengambilan keputusan, dan lain-lain. Tidak ada agama yang
menjerumuskan umat ke dalam keburukkan. Semua agama mengajarkan kebaikan.
Bagaiamana jika politik dan agama bersatu?
Akankah impian yang di harapkan masyarakat akan tercipta? Ataukah sebaliknya?
Jawabannya adalah pada diri kita apakah kita mampu menggabungkan keduanya.
Banyak masalah-masalah yang di hadapi pemerintah yang berakibat pada pengabaian
masalah tersebut. Seperti KKN yang semakin merajalela, infrastruktur negara,
kemiskinan meningkat, pengangguran dimana-mana, dan lain-lain. Masalah-masalah
seperti ini apakah ada solusi yang tepat? Atau takkan pernah ada solusi? Siapa
yang harus disalahkan? Dan apa solusis yang tepat? Menjadi PR untuk setiap
negara terutama Indonesia. Kita sebagai masyarakat dan pemerintah harus sama-sama
kompak dalam menangani permasalahan negara, menciptakan pola pikir masyarakat
yang positif dan semangat dengan penuh keyakinan perwujudan impian cita-cita
bangsa. Ketika kita menentukan kebijakan di perlukan pemikiran yang matang akan
akibat dari kebijakan tersebut yang memakan korban terutama rakyat miskin.
Harapannya adalah pemerintah segera
mengatasi masalah-masalah yang ada dan menuntaskan sampai keakar-akarnya. Mampu
mengatasi konflik dan memikirkan nasib rakyat bukan nasib diri sendiri. Menurut
saya pemerintah harus membenahi sistem pendidikan dan membagi rata semua baik
fasilitas yang menunjang pendidikan diberbagai daerah. Tidak adanya kesenjangan
pendidikan di berbagai daerah. Tegas akan kebijakan dan peraturan yang di buat
dengan sanksi-sanksi yang jelas dan tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar